Setuap orang tua pastinya memiliki alasan dan latar belakang tertentu dan berbeda kenapa memutuskan memilih homeschooling SD untuk anak mereka. Beberapa mungkin didasarkan karena ketidaksesuaian sifat dan kebutuhan anak dalam kurikulum pendidikan formal, perbedaan filosofi dan visi orang tua, fleksibilitas belajar, maupun faktor lainnya. Karena hal-hal tersebut, homeschooling bisa menjadi alternatif metode pembelajaran untuk anak. Bisa jadi kebanyakan orang tua yang memilih sekolah rumah ini karena biaya homeschooling yang bisa diatur sendiri oleh mereka.
Akan tetapi, melakukan pembelajaran di rumah untuk anak tidak bisa hanya dilakukan begitu saja. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, dipertimbangkan, dan dipikirkan oleh para orang tua sebelum memulai menerapkan mteode pembelajaran yang satu ini. Orang tua harus mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan tujuan, kurikulum, metode, dan berbagai hal lainnya yang diperlukan dalam menerapkan homeschooling yang ideal.
Berikut ini beberapa tips untuk orang tua yang hendak memulai homeschooling pada anak-anak mereka.
Persiapan dan Kebutuhan Memulai Homeschooling SD
1. Melakukan riset dan menetapkan tujuan
Sebelum membahas askep teknis, orang tua harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai homeschooling terlebih dahulu. Orang tua bisa berkonsultasi dengan profesional atau ahli yang kompeten atau mengunjungi keluarga dan komunitas yang berpengalaman dalam menerapkan metode homeschooling. Orang tua bisa menggali mengumpulkan informasi tentang kurikulum, metode, materi, evaluasi, dan lainnya.
Setelah memperoleh informasi yang cukup, lakukan konsultasi dengan keluarga dan anak untuk menentukan apakah karakteristik dan potensi anak sesuai dengan program pendidikan yang direncanakan atau tidak. Rancangan kurikulum pembelajaran dan tujuan akhir pastinya harus memperhatikan potensi dan kebutuhan anak. Artinya, pendekatannya juga harus berpusat pada anak, memungkinkan anak berkembang secara wajar sesuai minat dan bakatnya yanpa diarahkan ke arah yang tidak sesuai.
2. Menyusun kurikulum yang tepat
Setelah melakukan riset, konsultasi, dan diskusi dengan anggota keluarga, terutama anak, langkah selanjutnya adalah mulai merancang program homeschooling. Jika Anda masih bingung atau kesulitan, Anda bisa mencari kurikulum yang sudah jadi atau yang digunakan di komunitas atau homeschooling lain yang kemungkinan paling cocok. Kemudikan lakukan pengaturan dan perubahan di berbagai bagian dengan menyesuaikan tujuan akhir dan kebutuhan serta potensi anak.
Kurikulum ini nantinya akan menjadi peta atau pemandu orang tua dalam melakukan pembelajaran di rumah agar proses belajar mengajar terstruktur dan efektif. Kurikulum yang dibuat pastinya bisa diubah jika diperlukan, selama tidak mengganggu proses pembelajaran anak. Kurikulum yang dibuat harus mencakup tujuan pembelajaran, kompetensi inti, bahan ajar, model pembelajaran, penggunaan waktu, metode, strategi pembelajaran, formulir penilaian, bahan dan sumber pembelajaran yang digunakan, serta bagian lain yang sesuai dengan kebutuhan.
3. Memastikan kesiapan diri, anak, dan fasilitas
Sebelum memulai homeschooling, tentunya orang tua juga harus menyiapkan diri dalam berperan sebagai pengajar atau guru untuk anaknya agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan optimal dan maksimal. Orang tua harus memahami materi yang akan diberikan, memahami metode dan media pengajaran yang tepat, serta mampu menentukan kesesuaian materi dan bentuk penilaian yang dipilih.
Selain itu, anak juga perlu disiapkan agar bisa membedakan mode pembelajaran dan mode aktivitas sehari-hari agar anak dapat berkonsentrasi dengan baik dan tidak terganggu oleh kegiatan lainnya. Di sisi lain, suasana santai dan menyenangkan tetap harus diutamakan agar anak tetap merasa nyaman dan rileks selama pembelajaran berlangsung.
Sebelum proses belajar mengajar, anak juga harus diberi tahu secara singkat tentang tujuan pembelajaran, jadwal, evaluasi, maupun komponen lainnya sehingga anak memiliki gambaran lengkap tentang apa yang akan dipelajari dan dicapai nantinya. Orang tua juga harus menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung proses belajar mengajar agar berjalan dengan baik, nyaman, dan optimal.
4. Menyusun sumber belajar dan media pembelajaran
Orang tua perlu menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran, sepertimisalnya gadget, buku catatan, buku teks, modul, lembar kerja, alat peraga, dan lain sebagainya. Selain itu, orang tua harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan gaya belajar anak, seperti multimedia, video, audio, e-book, dan lain-lain.
Orang tua juga bisa mencari platform pembelajaran online dan penyedia materi untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar serta menjadi tolak uku materi dan metode pembelajaran yang digunakan. Dengan mempersiapkan segala sumber dan media pembelajaran, kegiatan belajar mengajar pastinya akan berjalan lebih efektif dan optimal.
Itu tadi berbagai persiapan dan kebutuhan yang diperlukan untuk memulai homeschooling SD. Kebutuhan tersebut harus disiapkan secara matang agar hasil dan apa yang didapatkan anak bisa maksimal. Selain itu, proses pembelajaran juga harus dilakukan seoptimal dan semaksimal mungkin agar berjalan dengan baik. Walau persiapan dan kebutuhan yang perlu disiapkan orang tua cukup banyak, ingat bahwa hal ini juga demi kebaikan anak-anak Anda. flexi.sch.id/serba-serbi-dan-biaya-homeschooling-di-indonesia