Menaikkan Status Profesi Sebagai Penerjemah Tersumpah

Dalam ulasan ini, penulis hendak berbagi mengenai peran penting perusahaan penerjemah (terlepas dari kondisi kompetisi atas korporasi), ada beberapa tujuan yang melekat pada pekerjaan individu penerjemah, yakni tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan jangka panjang ini sama sulitnya untuk dibahas, tetapi tidak boleh terlewatkan dalam diskusi-diskusi tentang meningkatkan penghasilan penerjemah terlebih penerjemah tersumpah.

Beberapa konsultan bisnis menjadi jutawan dengan menyediakan layanan terpadu yang pada dasarnya jauh berbeda dengan layanan yang disediakan penerjemah. Konsultan bisnis yang lain hampir tidak dibayar sepeser pun. Perbedaannya terletak pada persepsi umum perihal nilai relatif layanan yang ditawarkan. Semakin tinggi nilai layanan tersebut, semakin banyak biaya yang akan dianggarkan perusahaan.

Banyak perusahaan kecil (bahkan beberapa perusahaan besar) menghargai terjemahan sedemikian rendah sampai-sampai tidak mau membayar sepeser pun untuk itu dan mengerjakannya sendiri. Yang lain dengan enggan mengakui bahwa mereka sebenarnya membutuhkan bantuan orang luar, tetapi ti dak mau membayar sesuai tarif yang berlaku, jadi mereka menyewa siapa saja yang bisa mereka temukan dan mau bekerja dengan sedikit imbalan.

Salah satu hasil yang dikehendaki dari upaya para asosiasi dan persatuan jasa penerjemah, program pelatihan penerjemah, dan sarjana penerjemahan dalam rangka meningkatkan kesadaran umum akan penerjemahan dan pentingnya terjemahan bagi masyarakat, sebenarnya adalah untuk meningkatkan penghasilan penerjemah.

Kesenangan

Ada pendapat bahwa tingkat kelelahan di kalangan penerjemah relatif tinggi. Pekerjaan tersebut tidak hanya dibayar murah dan tidak cukup dihargai oleh masyarakat, tetapi juga menghabiskan waktu berjam-jam sendirian dengan teks yang tidak membosankan dan bekerja di bawah tekanan tenggat waktu yang pendek. Bahkan, siapa pun akan berpendapat bahwa kebanyakan penerjemah akan menyerah dengan pekerjaannya setelah kira-kira 5 tahun setelah mulai menjadi penerjemah.

Mungkin beberapa orang memang demikian, tetapi sebagian besar penerjemah tersumpah yang berdedikasi baik dan bermoral tinggi tidak. Ada orang yang pernah bertemu dengan penerjemah-penerjemah lepas yang tetap merasa puas dengan pekerjaan mereka setelah tiga puluh tahun. Ia mengatakan sesuatu tentang adanya motivator terbesar: para penerjemah lepas ini menikmati pekerjaan mereka. Mereka harus menikmati pekerjaan mereka apa lagi yang bisa membuat mereka bertahan? Bukan ketenaran dan kekayaan, bukan kecemerlangan abadi pada teks yang mereka terjemahkan. Dengan suatu cara, mereka pasti menemukan kesenangan besar pada pekerjaan itu sendiri.

Dalam hal apa, tepatnya? Dan mengapa? Apakah ini adalah persoalan gaya pribadi: ada orang yang kebetulan saja senang menerjemah, dan yang lain tidak? Atau ada kah cara-cara untuk melatih diri seseorang agar menemukan kepuasan tinggi dalam menerjemah?

Tidak semua penerjemah menikmati setiap aspek dalam pekerjaan ini. Untunglah, lapangan kerja ini cukup beragam sehingga ketidaksenangan itu dapat ditekan. Ada penerjemah yang tidak suka berurusan dengan klien, sehingga cenderung bekerja pada perusahaan jasa penerjemah. Perusahaan-perusahaan ini di kelola penerjemah-penerjemah lain yang memahami kesulitan yang dihadapi penerjemah. Ada penerjemah yang merasa gelisah bila sendirian saja di rumah dan mendam bakan bekerja pada perusahaan besar. Mereka ini cenderung bekerja di dalam perusahaan, pada divisi penerjemahan perusahaan besar atau perusahaan penerjemahan atau tempat lainnya supaya dikelilingi banyak orang yang dapat membantu meringankan kejenuhan dengan berinteraksi sosial. Ada penerjemah yang bosan menerjemah melulu sepanjang hari.

Mereka beristirahat dengan menulis puisi, menghadiri seminar di kampus setempat, pergi berenang, atau menemukan sumber penghasilan lain yang digarap setiap sepertiga jam sehari, atau setiap hari lain dalam seminggu. Ada penerjemah yang jemu dengan ke monoton pekerjaannya yang menerjemahkan teks yang sama dari hari ke hari. Mereka merambah bidang keahlian lain, aktif mencari bermacam-macam teks, barangkali menjajal kemampuan dalam menerjemahkan puisi atau drama.

Kehidupan penerjemah tersumpah sepertinya menempati persepsi yang baik, antara akademisi dan peneliti. Dan memang pada pekerjaan sesungguhnya para penerjemah melakukan penelitian meski bersifat deskriptif, dan melakukan alih bahasa meski secara spekulatif. Kadang juga keluar dari kaidah ilmu bahasa secara ekstrim, yang demikian dilakukan tentu untuk tujuan yang sangat baik. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menemukan arti sebuah kata atau teks yang barangkali belum ada sama sekali di satu tempat atau negara.

Kehidupan yang rumit ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk anak cucu mereka yang akan mengenang sekaligus menulis dalam dadanya bahwa orang tua kami adalah penerjemah handal, penerjemah tersumpah, penerjemah resmi, penerjemah terdaftar. Bahkan beberapa kisah sempat menjadi buah tutur lingkungan keluarga. Seorang penerjemah yang menjadi konsultan kementerian tidak menutup kemungkinan akan diperkerjakan oleh presiden atau kepala negara yang akan mengadakan pertemuan antar negara. JITS jasa penerjemah tersumpah, merasa bangga bisa menjadi bagian dari lembaga yang berperan menghimpun para penerjemah tersumpah menjadi satu komunitas aktualisasi.